FAQ
Arti kata-kata, gabungan kata-kata, peribahasa-peribahasa di dalam blog catatan ini menurut: 1) Kamus Umum Bahasa Indonesia, W.J.S. Poerwadarminta, Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, PN. Balai Pustaka, Jakarta 1982. 2) KBBI Offline versi 1.5.1. 3) Kamus Bahasa Indonesia Dengan Ejaan Yang Disempurnakan Menurut Pedoman Lembaga Bahasa Nasional, S. Wojowasito, Shinta Dharma, Bandung (tahun penerbitan tidak disertakan).
Akan bersambung ...
- Apa yang disebut Sajak?
Sajak: 1) Persesuaian bunyi dalam suku kata dalam syair, pantun, dsb., (terutama pada akhir suku kata), misalnya; pantun ini tidak kena persesuaian bunyi dalam suku katanya, persesuaian bunyi suku katanya tidak tepat; akhir suku katanya tidak tepat. Persesuaian bunyi dalam suku kata akhir, misalnya, dalam menjadi malam. Persesuaian bunyi dalam suku kata awal, persesuaian bunyi dalam suku kata depan seperti kelapa menjadi kemala. Persesuaian bunyi dalam suku kata dalam, persesuaian bunyi dalam suku kata tengah, seperti berlayar menjadi belakang. Persesuaian bunyi dalam suku kata sempurna, persesuaian bunyi dalam suku kata sempurna seperti, lihat menjadi jahat. Persesuaian bunyi dalam suku kata tak sempurna, persesuaian bunyi sebagian suku kata tidak sempurna seperti, bera menjadi tepat. 2) Sajak = Sanjak. - Apa yang disebut Puisi?
Puisi: 1) Ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait; 2) Gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus; 3) Sajak;- Sajak bebas puisi yang tidak terikat oleh rima dan matra, dan tidak terikat oleh jumlah larik dl setiap bait, jumlah suku kata dl setiap larik;
- Sajak berpola puisi yang mencakupi jenis sajak yang susunan lariknya berupa bentuk geometris, seperti belah ketupat, jajaran genjang, bulat telur, tanda tanya, tanda seru, ataupun bentuk lain;
- Sajak dramatik (Sastra) puisi yang memiliki persyaratan dramatik yang menekankan tikaian emosional atau situasi yang tegang;
- Sajak lama puisi yang belum dipengaruhi oleh puisi Barat, seperti pantun, gurindam, syair, mantra, dan bidal;
- Sajak mbeling sajak ringan yang tujuannya membebaskan rasa tertekan, gelisah, dan tegang; sajak main-main.
- Apa arti dari kata-kata atau gabungan kata yang jarang terdengar/diucapkan di dalam puisi Gagak Pembawa Berita?
a. Gagak: Nama burung warnanya hitam, Carvus macrorhynsus.
b. Belantara: Hutan (rimba) hutan yang besar dan lebat.
c. Kelam: Agak gelap, kurang terang, suram.
d. Kelimut: Kelam (kata kelimut ini: a) disangsikan, mungkin karena salah dengar, salah tulis, salah baca, dsb.; b) jarang dipakai, hanya hidup dalam bahasa lingkungan atau daerah; hanya terdapat sekali atau dua kali dalam buku; dalam sajak yang bersifat perseorangan, jadi belum lazim; c) sudah usang atau mati; d) hanya hidup beberapa lamanya lalu tenggelam).
e. Guntur: Guruh. Mengguntur yaitu (sebagai guntur) gemuruh.
Gabungan kata: Kelam kelimut: Kelam lebam, gelap gulita, gelap buta. - Apa arti kata “belenggu” dan peribahasa yang ada di dalam puisi Lukisan?
Belenggu: 1) Alat pengikat kaki atau tangan (dari besi atau kayu); 2) Kiasan, sesuatu yang mengikat (sehingga tidak dapat bebas lagi). Membelenggu yaitu mengenakan belenggu.
Peribahasa: Angan lalu paham tertumbuk yaitu menurut pikiran (dugaan, dsb) mungkin dikerjakan tetapi sukar pelaksanaannya. Misalnya: kekurangan alat, syarat, dsb. - Apa arti kata-kata yang kurang biasa terdengar di umum di dalam puisi Duhai Gadisku?
a. Syair: 1) Cerita yang bersajak (tiap-tiap sajak berisi empat baris yang berakhiran bunyi yang sama); 2) Kerap pula berarti sanjak (karangan pendek dengan bentuk tertentu seperti syair, dsb.), puisi.
b. Relung (=merelung): Lekuk atau jeluk (di tanah, di lereng gunung, dsb.). Relung hati yaitu lubuk hati, dalam hati. Relung langit yaitu ruang langit, kolong langit. Merelung yaitu berkeluk, jeluk, berbentuk seperti kubah.
c. Jasad (bahasa Arab): 1) Tubuh, badan; 2) Sesuatu yang berwujud (dapat diraba, dilihat, dsb.) sebagai lawan roh.
d. Gubah, menggubah: 1) Mencocok dan mengatur bunga-bungaan (untuk perhiasan sanggul, dsb.); 2) Mengarang (cerita, lagu, dsb.), membuat syair (sajak, dsb.), menyusun lagu. Gubahan 1) Bunga, dsb. yang telah digubah; 2) Karangan (terutama yang masuk kesusastraan), susunan lagu. Penggubah yaitu yang menggubah, pengarang, penyair, penyusun lagu.
e. Windu (bahasa Jawa): Daur kecil 8 tahun. Berwindu-windu yaitu beberapa windu (lamanya). - Apa maksud dari kata-kata yang kurang biasa terdengar di muka umum tersebut yang terdapat di dalam puisi Kembang Idam-idam Angan?
a. Kembang dimaksud berkembang, mengembang, mekar terbuka menjadi besar seperti bunga, dst. (Khusus saya memakai “kembang” sebagai perumpamaan, persamaan dari harapan, asa, dsj.).
b. Idam-idam: 1) Barang yang diidam-idamkan. 2) Cita-cita, keinginan, hasrat.
c. Selang: 1) Antara; sela (waktu, peristiwa, ruang, dsb); misalnya: selang sebulan; 2) Sesuatu yang mengantarai; selangan, misalnya: tanaman selang.
d. Biadab: 1) Tidak tahu adat; kurang sopan; kurang ajar; misalnya: biadab benar anak ini; 2) Belum beradab; belum maju (lahir dan batinnya); misalnya: memperadabkan bangsa-bangsa yang masih biadab.
Kebiadaban: sifat (keadaan) biadab.
e. Onak: 1) Rotan yang berduri, 2) Duri yang bengkok seperti kait.
f. Naif (bahasa Eropa): Bahasa percakapan yang berarti sangat bersahaja (sederhana, sewajarnya, tidak dilebih-lebihkan, apa adanya).
Gabungan kata: Selang antara: Waktu antara dua peristiwa yang sama atau ruang antara dua benda yang sama; interval.
Peribahasa:
Angan-angan menerawang langit: Mencita-citakan segala sesuatu yang tinggi-tinggi.
Angan-angan mengikat tubuh: Bersusah hati karena memikirkan yang bukan-bukan.
Akan bersambung ...

